Kamis, 03 Januari 2013

Di dalam Tuhan sial tidak ada.


Bukan Tahun 2012A, Tapi 2013
Rani Hardjanti
Kamis, 3 Januari 2013 - 12:01 wib
(Dok : Pribadi)
BANYAK orang enggan menulis tahun 2013, dan menggantinya dengan tulisan 2012A. Keengganan itu dilatarbelakangi mitos yang menyebutkan angka 13 identik dengan kesialan atau ketidakmujuran.
Stigma angka 13 tersebut bahkan sudah diimplementasikan pada bangunan. Di mana para kontraktor atau pengelola gedung tidak menulis lantai ke-13 dan menggantikan dengan lantai 12A. Tapi sedianya mitos tersebut tidak dijadikan sugesti dalam kehidupan sehari-hari, apalagi dalam kehidupan bernegara.

Berdasarkan hitungan yang terukur, tahun 2013 justru merupakan momentum baik dari sisi ekonomi, politik, kesejahteraan, dan pendidikan. Dua lembaga pemeringkat utang Fitch Rating dan Moody Investor Services, secara bersamaan memberikan Indonesia sebagai label ‘Negara Layak Investasi’ alias Investment Grade. Selain itu, lembaga asal Jepang, juga menaikkan rating utang Indonesia. Pertumbuhan ekonomi Indonesia di tahun 2012 sangat cerah, sehingga pada 2013 tinggal terus disempurnakan saja.

Berdasarkan data Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) tercatat realisasi investasi pada Januari-Juni 2012 mencapai Rp148,1 triliun atau naik 28,1 persen dibanding periode sama tahun lalu. Hal ini membuktikan, Indonesia merupakan negara yang prospektif.  Realisasi Investasi Penanaman Modal Asing (PMA) kuartal III-2012 meningkat 22 persen pada periode tahun sebelumnya. Nilai realisasi investasi Rp56,6 triliun. Maka, jika ditotal angkanya mencapai Rp204,7 triliun.

Dari sisi politik, Jakarta sebagai Ibu Kota Indonesia memiliki sosok (yang setidaknya) saat ini mampu menjaga kepercayaan publik untuk mengurai silang sengkarut persoalan Jakarta. Sosok itu adalah Jokowi dan Ahok. Jika sejumlah konsep Gubernur dan Wakil Gubernur dalam mengatasi problem DKI berhasil direalisasikan, bukan tidak mungkin Jakarta menjadi Kota yang kian menjanjikan bagi penghuninya.

Toh berdasarkan data hasil riset, baik Bank Indonesia, AC Nielsen dan lembaga donor Asia Development Bank (ADB), memaparkan bahwa tingkat konsumsi di Indonesia (khususnya Jakarta) dalam posisi yang sangat menggairahkan. Bahkan Indonesia menduduki peringkat nomor tiga di dunia. Selain itu, jumlah kelas menengah di Indonesia terus meningkat.

Yang terbaru, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat angka kemiskinan pada September 2012 menurun sebesar 540 ribu orang dibandingkan Maret 2012. Penurunan tersebut sedikit lebih banyak dibandingkan penurunan jumlah penduduk miskin Maret-September 2011 yang tercatat sebesar 0,13 juta orang.

Secara umum ini merupakan sebuah fenomena di mana adanya peningkatan strata masyarakat. Diharapkan, tingkat  pendidikan juga terangkat karena kesejahteraan telah menjamah strata masyarakat lapis bawah.

Maka tepat rasanya jika kita menghapus mitos tahun sial. Yang perlu dilakukan saat ini adalah melakukan resolusi yang terpadu dan terukur. Sehingga momentum 2013 tetap terjaga.

Sebenarnya, angka 13 bukan angka sial. Di dalam Tuhan kita tidak pernah sial. Coba, bila anda naik gedung lantai 13, tidak akan ada kesialan. Jadi, mitos Cina itu salah. Jangan percaya mitos, sama Tuhan aja.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar