Langsung ke konten utama

Jangan Takut!! (Don't Afraid!!!)


Berita 1 :
Menganggur dan Bunuh Diri di Jepang
Kamis, 7 Juni 2012 | 07:06 WIB

Dibaca: 8481

|
Share:
JITETIlustrasi: Bunuh Diri

Oleh Ella Syafputri
KOMPAS.com — Aksi mengakhiri hidup alias bunuh diri menunjukkan korelasi yang sangat kuat terhadap kondisi pribadi seseorang yang memutuskan melakukan aksi tersebut.

Dalam publikasi penelitian pada tahun 1974, Hamermesh dan Soss—pemula kajian tentang teori ekonomi bunuh diri—berpendapat bahwa bunuh diri adalah hasil dari pilihan yang dilakukan secara rasional.

Seseorang akan memilih untuk bunuh diri bila merasa dirinya tidak lagi berguna jika hidup. Ketika banyak orang tak lagi merasa berguna hidupnya, maka angka bunuh diri pun bakal merangkak naik.

Berbagai penelitian yang mencermati hubungan antara angka pengangguran dengan bunuh diri mendapati bahwa semakin tinggi angka pengangguran, angka bunuh diri pun mengikuti.

Khusus di Jepang, korelasi antara angka pengangguran dan bunuh diri sangatlah tinggi, bahkan lebih tinggi dibandingkan negara-negara maju OECD lainnya.

Fenomena bunuh diri di Jepang menunjukkan dua tren yang konsisten. Pertama, bunuh diri di Jepang konsisten meningkat. Kedua, bunuh diri di kalangan anak muda juga konsisten menguat.

Menurut laporan nasional polisi di Jepang, jumlah orang yang bunuh diri pada tahun 2008 adalah 32.249, sebanyak 22.831 di antaranya adalah laki-laki.

Lonjakan terbesar terjadi pada tahun 1997 ke 1998, tepat ketika krisis finansial melanda Asia. Jika pada tahun 1997 jumlah bunuh diri adalah 24.391, setahun kemudian bertambah drastis menjadi 32.863 atau meningkat 34,73 persen.

Sejak tahun 1998, angka bunuh diri di Jepang per tahunnya selalu di atas 30.000 atau sekitar 82 orang per hari.

Khusus soal bunuh diri selama tahun 2008, hanya 23.000 kasus yang bisa diketahui motifnya. Penyebab paling banyak adalah alasan yang terkait dengan kesehatan, 15.000 bunuh diri diakibatkan putus asa soal kondisi kesehatan.

Di antara 15.000 kasus itu, 6.000 di antaranya terkait dengan penyakit depresi.

Tetapi, cukup penting untuk dipahami bahwa penyebab bunuh diri biasanya lebih dari hanya satu faktor.

Dikutip dari Kertas Putih Bunuh Diri di Jepang tahun 2008, setiap orang yang memutuskan untuk bunuh diri memiliki sedikitnya empat faktor pemicu. Dan satu di antara empat tadi ada yang paling dominan.

Faktor-faktor yang memicu itu adalah urusan keluarga, utang, sakit, kemiskinan, suasana kerja, dan menganggur atau tidak mempunyai pekerjaan.

Di Jepang, kondisi menganggur tak hanya dialami oleh generasi yang masih produktif. Para pensiunan juga masuk ke dalam kelompok yang bunuh diri akibat menganggur ini.

Konsistensi kedua dari tren bunuh diri di Jepang adalah peningkatan jumlah orang muda yang memilih menghabisi diri sendiri.

Data dari tahun 1998-2007 menunjukkan bahwa pelaku bunuh diri yang berusia 20-39 tahun naik 2,6 persen. Padahal, kelompok usia lainnya menunjukkan penurunan sekitar 0,4 sampai 4,4 persen.

Lantas, pelajaran apa yang bisa diambil dari peta bunuh diri Jepang ini?

Para peneliti berkeyakinan bahwa ketika seseorang dipecat atau kehilangan pekerjaan, ia tidak hanya kehilangan kesibukan dan pendapatan, tetapi juga terbebani beraneka utang.

Utang yang dibiayai oleh lembaga perbankan Jepang menjadi berisiko tinggi karena kekhawatiran si kreditor bunuh diri sehingga Jepang pun dibayang-bayangi oleh suasana sosio-ekonomi yang berisiko tinggi.

Ketika seseorang kehilangan sumber pendapatan, standar gaya hidupnya pun turut disesuaikan, dan tak jarang hal ini memunculkan depresi. Penyakit kejiwaan ini perlu segera ditangani.

Pemerintah Jepang pun didesak untuk memberikan program layanan paripurna terkait orang-orang yang kehilangan pekerjaan. Program ini haruslah melibatkan biro-biro penyaluran tenaga kerja, membantu aplikasi sewa rumah, aplikasi pinjaman, konsultasi mental, dan pencarian pekerjaan.

Bunuh diri bukan hanya tentang berakhirnya hidup seorang anak manusia. Lebih dari itu, sebuah negara pun terpaksa mengalami kehilangan peluang produktivitas dari si pelaku.

Yang seharusnya ia masih muda dan bisa banyak berkarya, tetapi meninggal sebelum kematian wajarnya, dan berhenti pula kontribusinya terhadap negerinya.
Berita 2 :

FENOMENA BUNUH DIRI DI KOREA: Seleb Tewas, Penggemar Tak Bersemangat Hidup

Selatan turut memicu tingginya angka bunuh diri di negara itu, terutama di kalangan artis.  Budaya Korea yang cenderung tertutup juga membuat para selebritas itu malu jika ketahuan publik saat pergi ke konseling atau sedang mengalami depresi.
“Tiga tahun lalu, seorang penyanyi di agensi kami menunjukkan gejala depresi. Dia menolak keluar rumah karena dirinya sedang digosipkan di internet. Dia juga tidak mau mendapat bantuan psikiater karena takut hal itu akan menciptakan lebih banyak gosip tentangnya,” kata seorang CEO agensi artis yang enggan disebutkan namanya.
Yang mengkhawatirkan, banyaknya kasus bunuh diri di kalangan selebritas menimbulkan kecenderungan serupa di kalangan artis sendiri dan penggemar mereka. Setelah aktris Lee Eun Joo meninggal bunuh diri pada 2005, tingkat bunuh diri di kalangan industri hiburan Korea meningkat tajam. Masalah yang lebih besar muncul ketika dampak bunuh diri selebriti ini juga menimpa penggemarnya.
“Ketika artis terkenal bunuh diri, orang yang biasanya mengidolakan mereka jadi tidak punya alasan untuk hidup. Karena itu mereka ikut merenggut nyawa mereka sendiri Ketika seorang selebritas bunuh diri. Pemikiran semacam itu menyebar dan benar-benar meningkatkan angka bunuh diri di Korea. Itulah mengapa fenomena artis bunuh diri lebih mengkhawatirkan,” kata Oh Kangsub, seorang psikiater di RS Kanbuk Samsung dilansir asiangrup.com, belum lama ini.
Sebagai langkah antisipasi, pemerintah Korea gencar menggalakkan program konseling di banyak rumah sakit untuk membantu para warga yang depresi. Meski tidak ada data statistik yang akurat, selebritis Korea tampaknya lebih rentan untuk bunuh diri dibanding artis-artis Amerika, Eropa, atau Jepang.
Dalam berita tadi, dikatakan bahwa banyak orang Jepang dan Korea bunuh diri hanya gara-gara masalah kecil. karena tidak cantik/diputusin pacar contohnya. Maka, banyak orang Korea pada banyak yang Operasi Plastik. Salah satu acara di EMC Star Family juga mengatakan bahwa bunuh diri itu dosa. Menurut pandangan Alkitab, di Yohanes 15:1-8 dikatakan Yesuslah pokok anggur dan Bapa-Nyalah pengusahanya. Maka, kalau kita bergantung kepada Tuhan, kita tidak akan dilanda rasa takut, karena Tuhan melindungi kita. Khotbah ini sama dengan yang Bapakku sampaikan saat Malam Tahun Baru Menuju 2013.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kategori Kendaraan Jalan Tol

Jalan Tol kalau mau masuk itu dibedakan menurut jenis kendaraan. Bahkan dari pukul 06.00-21.00 Truk tidak boleh masuk ke Tol Dalam Kota Jakarta. Bagi pengguna mobil MITSUBISHI FUSO, PACCAR, HINO, dan NISSAN DIESEL, dan FAW pasti ini cukup merugikan karena merek ini tidak ada di Jalan Tol tercinta ini. Golongan kendaraan Jalan Tol :
Gol I   : Sedan, Minibus, Pick Up, Jeep, Microbus, Bus Kecil (Metro Mini), Bus Besar.
Gol II  : Truk dengan 2 gandar
Gol III : Truk dengan 3 gandar
Gol IV : Truk dengan 4 gandar
Gol V  : Truk dengan 5 gandar atau lebih
Gol. I :

Revisi Perbedaan 6x2 dan 6x4

Tak lihat di Kaskus.co.id, ternyata perbedaan 6x2 dan 6x4 ada di bagian dalamnya. Yaitu, kalau 6x2 dari 6 roda (walaupun roda dibelakang ada 2 lapis, dihitung 1 saja), ada 2 roda yang jadi penggerak. Kalau 6x4 dari 6 roda  ada 4 roda yang jadi penggerak, dan jika 6x6 maka yang menjadi penggerak ada 6 roda. Jadi, kalau 6x2 gardannya ada 1, 6x4 gardannya ada 2, dan 6x6 gardannya ada 3. Supaya lebih mudah, maka 6x2 dibuat jarak antar roda depan dengan belakang panjang, dan kalau 6x4 pendek.

Jenis-jenis Truk Hino dan Isuzu.

Truk Hino dan Bus Hino sangat beragam. Untuk Truk saja ada 26 series. Belum lagi busnya, ada ada 5 jenis. Kita akan membahas jenis-jenis Hino. Untuk Dutro :
Truk :
- Dutro 110 SD
- Dutro 110 SDL
- Dutro 110 LD
- Dutro 110 HD
- Dutro 130 MD
- Dutro 130 MD - L
- Dutro 130 HD
- Dutro 130 HD Mixer
- Dutro 130 HD 4 x 4
Micro Bus (Shuttle) :
- Dutro Bus 110 SDB
- Dutro Bus 110 SDBL
- Dutro Bus 110 LDB
- Dutro Bus 130 MDBL
Untuk Ranger :
FG Series (4x2) :
- FG 235 JJ
- FG 235 JK
- FG 235 JL
- FG 235 JP
- FG 260 JM
- FG 215 JE
FL Series (6x2) :
- FL 235 JN
- FL 235 JW
- FL 260 JT
- FL 260 JW
FM Series (6x4) :
- FM 260 JD
- FM 260 JM
- FM 260 JW
- FM 320 PD
Tractor Head :
- SG260J
- FM320P
Untuk Hino Profia :
ZY Series (8x4) :
-ZY1EWPD
Lalu, untuk Hino Bus lain lagi, ada :
- FB 130
- A 215
- R 235
- R 260
- CNG
Kita sering lihat ada Hino Bus Nucleus.
Isuzu juga termasuk pemroduksi truk yang cukup besar. Berikut ini jenis-jenis truck dan microbus Isuzu.
Untuk Isuzu Elf :
NHR55 (4 roda) 100PS